Seorang yang terkasih berkata kepada ku
"Hidayah tidak akan pernah datang kalo kita tidak menjemputnya."
Banyak sekali perkara yang membuat kita jauh dari Allah, tidak sedikit pula yang mengingkari nikmat Allah. salah satu contohnya adalah aku. dimana aku selalu memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, padahal apa yang sahabat katakan menyangkut kebaikan diri ku sendiri. namun aku selalu takut untuk memulai kebaikan tersebut dengan dalih "aku belum siap". kata-kata "belum siap" itu lah yang sesungguhnya menjadikan kita semakin kerdil dan jauh dari hidayah.
Karena ternyata memuncaknya kerumitan dari sebuah masalah yang menimpa seseorang acapkali disebabkan oleh ketidakmampuan berpikir positif. Orang yang tidak mampu berpikir positif biasanya cenderung memandang segala sesuatu dengan penuh syak wasangka dan mereka-reka segala apa yang belum terjadi. Sayangnya, rekaan-rekaannya itu tidak berupa hal yang menyenangkan. sebaliknya, yang terbayang hanyalah hal-hal sulit dan menyusahkan.
Alhasil, hati dan pikirannya tidak pernah merasakan kelapangan. Belum apa-apa sudah resah, gundah, gelisah, mudah curiga, dan tegang. Padahal peristiwanya saja belum terjadi dan segala yang dikarang-karang oleh pikirannya itu pun jadi jauh dari keindahan. Hidup yang pada hakikatnya penuh keindahan ini menjadi tidak lagi indah disebabkan salah memasang hati dan pikiran (Aa Gym).
Pendapat tersebut membuat ku tersadar dan menyesal dengan apa yang terjadi dalam hidupku..
Astagfirullah...ternyata hidupku selama ini jauh dari kata "LAPANG"..dan itu lah yang menyebabkan aku selalu gagal..termasuk gagal untuk mewujudkan mimpi bersama laki-laki yang Sholeh yaitu kamu Bi...
Namun, dengan sesadar-sadarnya aku tau bahwa penyesalan tidak akan mengambalikan kondisi seperti semula yang bisa dilakukan sekarang hanya berusaha dan terus berusaha untuk memperbaiki diri agar kelak tidak mengulang kesalahan yang sama.
"Hidayah tidak akan pernah datang kalo kita tidak menjemputnya."
Banyak sekali perkara yang membuat kita jauh dari Allah, tidak sedikit pula yang mengingkari nikmat Allah. salah satu contohnya adalah aku. dimana aku selalu memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, padahal apa yang sahabat katakan menyangkut kebaikan diri ku sendiri. namun aku selalu takut untuk memulai kebaikan tersebut dengan dalih "aku belum siap". kata-kata "belum siap" itu lah yang sesungguhnya menjadikan kita semakin kerdil dan jauh dari hidayah.
Karena ternyata memuncaknya kerumitan dari sebuah masalah yang menimpa seseorang acapkali disebabkan oleh ketidakmampuan berpikir positif. Orang yang tidak mampu berpikir positif biasanya cenderung memandang segala sesuatu dengan penuh syak wasangka dan mereka-reka segala apa yang belum terjadi. Sayangnya, rekaan-rekaannya itu tidak berupa hal yang menyenangkan. sebaliknya, yang terbayang hanyalah hal-hal sulit dan menyusahkan.
Alhasil, hati dan pikirannya tidak pernah merasakan kelapangan. Belum apa-apa sudah resah, gundah, gelisah, mudah curiga, dan tegang. Padahal peristiwanya saja belum terjadi dan segala yang dikarang-karang oleh pikirannya itu pun jadi jauh dari keindahan. Hidup yang pada hakikatnya penuh keindahan ini menjadi tidak lagi indah disebabkan salah memasang hati dan pikiran (Aa Gym).
Pendapat tersebut membuat ku tersadar dan menyesal dengan apa yang terjadi dalam hidupku..
Astagfirullah...ternyata hidupku selama ini jauh dari kata "LAPANG"..dan itu lah yang menyebabkan aku selalu gagal..termasuk gagal untuk mewujudkan mimpi bersama laki-laki yang Sholeh yaitu kamu Bi...
Namun, dengan sesadar-sadarnya aku tau bahwa penyesalan tidak akan mengambalikan kondisi seperti semula yang bisa dilakukan sekarang hanya berusaha dan terus berusaha untuk memperbaiki diri agar kelak tidak mengulang kesalahan yang sama.
0 komentar:
Posting Komentar