Welcome

Senja adalah waktu dimana kita sebagai manusia akan mulai menghentikan aktivitas kita. Senja adalah waktu dimana kita sebagai manusia mulai merasa lelah dan merindukan peraduan kita "rumah".Senja adalah saat dimana kita memburaikan kelelahan dalam kehangatan kasih dalam sebuah ruangan dan aku percaya kamu akan kembali pulang disuatu senja nanti. Disenja ini aku tetap menunggumu kembali. _Kinayung Senja Hart_.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi : Senja

Kamis, 10 April 2014



Ku tatap atap dunia, tak ada harapan disana… 
Senja berlalu begitu saja…
Meninggalkan seonggok dosa tanpa terburai… 
Sebetulnya Senja itu cinta…
Cinta yang terkemas dalam kabung kenistaan, kemunafikan, dan keserakahan sang pejantan… 
Namun tetap saja Senja itu cinta…
Dia lah yang menggugahku menjadi utuh… 
Dia juga yang membusukkan rahimku…
Rahim yang sempat menjaganya dari hinaan sang pejantan… 
Namun tetap saja Senja itu cinta…
Cinta yang memberiku arti “nyawa” yang sesungguhnya… 
Namun Senja tetap saja berlalu menjadi cinta dalam drama hidupku…

Waktu, pesakitan, dan Adzan-Mu

Sabtu, 12 Oktober 2013

Subuh....
Derit pintu yang begitu memekakan telinga coba ku abaikan...
Bersahutan suara adzan selalu aku lenyapkan...
Dingin udara pun selalu aku tepis dengan selimut tangisan...
tidak ada yang aku lakukan dikala dini hari datang...
Semua masih terasa beku..
Bahkan cintaku pada Sang Khalik pun semakin beku...

Duhur...
Sengatan matahari masih belum bisa membangkitkan ku dalam semangat...
Gema suara adzan yang berkumandang ditengah hiruk pikuk aktifitas kota, tetap tidak bisa menyadarkanku akan waktu....

Asar...
Sejuk angin senja yang menyeruak masuk dalam ruangku tidak mampu membangunkanku dari kebisuan..
Gemertak suara anak-anak menyuarakan Al-Qur'an, seakan sepi bagi ku...

Magrib....
Hanya sedikit suara berada diwaktu ini..

Isya....
Semakin sepi aku rasakan waktu...
Terhimpit dan semakin terhimpit oleh kebencian yang meradang...
Entah benci pada siapa?
Pada Tuhan kah? yang telah menyerukan keramaian pada dunia pesakitan ini...
Atau pada ciptaan-Nya yang telah membuatku mati namun tetap bernyawa???
Tuhan, aku menantikan keaddilan-Mu seperti aku menantikan gema suara Adzan-Mu..
Namun, ketika Engkau enggan menyuarakan keadilan itu. mungkin aku akan benar-benar tenggelam bersamaan dengan habisnya waktu isya yang sunyi...

Apa yang akan dikata...????

Kamis, 01 Agustus 2013

Apa yg akan dikata jika jiwa menoreh tinta hitam diawal catatan baru?
Apa yg akan dikata jika jiwa terjual untuk sesuap nasi?
Apa yg akan dikata jika raga telah tergadaikan oleh cinta?
Apa yg akan dikata jika nafsu terumbar untuk mengenyangkan perut?
Lantas apa yg akan dilakukan jika semua telah terjadi?

Ketika batin menjerit menangis menatap tubuh kotor..
Memohon perampunan dri jiwa2 yg mengaku suci.
Namun tak ada yg mw mendengar...tak ada yg mau memahami..
Jeritan itu tak pernh putus untuk memohon ampunan atas hitam yg telah ditoreh..
Namun, apakah Tuhan jg masih mau mendengar? atau juga ikut mengacuhkan seperti mereka?

Akan kah ada satu jiwa saja yg melihat sisi terang itu...
Atau semuanya menghujat dan memaki sisi gelap yang ada?
Adilkah ini?
Dimana letak peradilan Tuhan???

_KSH_

Sepi

Senin, 26 November 2012

Setiap dingin menyergap, sepi yang aku rasakan..
ketika kepala aku tundukkan ke hadirat-Mu, sepi juga yang aku rasakan...
ketika mentari mulai menyongsong hari, bukan hangat yang aku rasakan tapi juga sepi...
ketika hingar bingar aktifitas menggonggong bumi, tetap tak ada rasa hanya sepi yang kembali datang..
dan ketika sejuk semburat langit sore menyapa, tidak ada indah seperti yang orang lain lihat yang aku rasa tetap sepi..
Tertawa, berbicara, teriak, berlari, dan menangis aku lakukan dengan sepi...
hanya berteman sepi dan bayanganmu...


0705

Minggu, 06 Mei 2012

ketika kelam kembali datang bersama umur yang kian bertambah...

Tuhan mungkin benar ketika kita mempercayai sesuatu maka akan terjadi..

beruntun sudah tahun demi tahun di bulan mei senja terus terjatuh dalam kelam malam...

walaupun memang rotasi sudah ditetapkan..

hanya saja senja ditanggal 6 dan 7 mei selalu beda...semakin kelam..


Apa yang harus dibenci?

Apa yang harus disesalkan?

Tanggal kelahiran?
Yang beberapa tahun ini justru menjadi tanggal duka?


Tuhan.....!!!

Tahun ini terulang kembali sesak itu datang..

Kapan Engkau kirim kado indah buat ku?

Kenapa luka dan luka yang datang?

Kapan Engkau singgahkan cinta hakiki itu?

Lelah Tuhan...


"setiap detik aku menunggu dan ternyata kabar itu datang juga...
* 7 tahun aku nunggu.akhirnya kapal itu bersandar ditengah-tengah vonis matiku. " 

 

Bukan hanya penantian panjang yang semakin jelas karamnya tapi juga harapan yang baru saja dipupuk seketika lenyap dengan pengakuan seorang wanita.

memorian in November

Selasa, 22 November 2011

Dan November pun datang kembali...
Bersama dengan berjuta bayang tentangmu...
Tentang kenangan 1000 melati tanda suci cinta...
Namun, semua terhempas bersama bayang kelam cincin dijarimu...
Aku hanya bisa tersenyum kelu yang selalu aku coba agar tidak menampakkan sakit...
Aku adalah orang yang bertahun-tahun mengagumimu...
Aku adalah orang yang tidak pernah engkau ketahui (mungkin)...
Tapi Tuhan selalu tahu panjangnya penantian dan pengharapanku akan hadirmu...
Bersama angin yang menusuk kelu aku akan tetap menunggumu....
Hingga aku benar-benar terlelap dalam November berlalu...

"Happy B'day Xriting"

Ketika

Minggu, 01 Agustus 2010

Ketika semua telah terukir indah,seketika semua terhapus amarah.
Ketika semua terukir nyata.Seketika semua terbias oleh fakta.
Bimbang aku rasa, ketika aku dipeluk mu..
Benci terkadang aku rasa ketika menatap mu.
Rindu terkadang aku rasa ketika jauh dari mu.

Bisakah kita berbicara dengan hati?Agar amarah ini reda.

untuknya dan "Damai"nya

Aku hanya terdiam...kembali terdiam...
Seperti menanti, namun aku tak tau siapa yg ku nanti..
Ingin menangis namun aku tak tau siapa yg aku tangisi...

Aku hanya ingin berdiam diri...mencari jawaban pasti akan rasa yang telah terpendam...
Menanti aturan yg pasti akan cinta terlarang...
Menunggu hukuman mati dari dosa yg tertatih...

Ingin aku mendekapnya...membawanya dalam 1 "damai" yg pasti...agar cinta tak terpisah lagi...
Tapi apa aku bisa...????

Sedangkan yg aku lihat sekarang, bayang mu makin maya. namun nyata dan dekat dengan "damai" mu...
Jujur aku hilang...aku limbung seperti tak berkaki...

Untuk yg pertama kalinya aku merasakan "INI"...

Lelah

Ya Allah...
Engkau telah melihat apa yg telah kita lakukan...
Engkau telah menyaksikan kebersamaan kita...
Engkau juga telah merekam tawa dan tangis kita berdua...
dan sekarang pun Engkau masih melihat betapa sakitnya hati kita dengan kerikil ini...

berilah setitik cahaya agar kita terbebas dari kelumit hitam ini...
setitik cahaya yang tidak menyakitkan salah satu dari kita...
berilah satu "Damai" yang sama...dekaplah dia dalam dekap-Mu ya Allah...
agar kita tidak terombang-ambing dalam bimbang...

Memo

Waktu itu sosok mu datang seketika dan sesegera mungkin menyamber hatiku....
Aku tak bisa mengelak...
Hanya bisa menikmati sakitnya terserang VMJ (Virus Merah Jambu)...
Setelah itu kamu datang atas permintaan ku... pilu memang...
Karena benteng ku roboh...prinsipku pudar...
Dan kini...
Aku benar-benar merasakan nikmatnya terserang VPH (Virus Patah Hati)...
Namun tak apalah...
Dari semua yang ku alami...
Aku sadar...
Dia hanya bisa menjadi sunrise ku kala pagi, yang sinarnya senantiasa membangunkanku dengan sengatan panasnya..
Dan...
Dia hanya bisa menjadi sunset ku yang senantiasa teduhkanku dengan bayang wajahnya...
Aku sadar aku tak kan memilikinya...
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates